Pages

Ads 468x60px

Thursday, December 27, 2012

ASYIKNYA BERLIBUR SAMBIL BELAJAR DI KAMPUNG INGGRIS PARE

Berita Fiture oleh Siti Fatimah

Sambil menyelam minum air, nampaknya peribahasa ini cocok untuk menggambarkan apa yang saya alami selama 2 minggu di kampung inggris Pare, Kediri pada liburan tahun lalu. Tak hanya refreshing untuk melepas penat, Kampung Inggris Pare juga menawarkan paket “wisata pendidikan” yang unik dan menarik. 

Pertama kali mendengar nama ‘Kampung Inggris’, rasa penasaran saya langsung tergelitik. Apakah itu kampung yang dihuni oleh orang inggris? Rasa penasaran saya terjawab ketika kakak saya sendiri (yang saat itu baru lulus sekolah dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi) pergi ke Kampung Inggris Pare atas rekomendasi dari sahabatnya. Saking bentahnya, kakak saya sampai menghabiskan waktu satu tahun lebih disana. Sepulangnya dari Kampung Inggris, saya sempat dibuat amazed dengan kefasihan kakak saya dalam berbahasa Inggris (maklum, sebelumnya kakak saya tidak begitu mahir berbahasa Inggris). 

Usut punya usut, ternyata kemahiran bahasa Inggrisnya diperoleh dari kunjungannya ke Kampung Inggris Pare. “Di satu kampung itu ada banyaaaaak banget tempat  kursus bahasa Inggris.  Dari anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan tukang pecel sekalipun hampir semuanya bisa bahasa Inggris. Jangan takut kalo nggak bisa sama sekali (bahasa Inggris), karena disana tuh diajarin dari dasar banget. Gimana nggak cepet bisa, orang dari bangun tidur sampai mau tidur lagi wajib pake bahasa Inggris.” Ungkapnya antusias. 

Jadi bukan karena kampung itu ditinggali oleh banyak orang Inggris, melainkan banyak sekali tempat kursus bahasa Inggris disana. Bahasa Inggris juga seperti sudah menjadi bahasa sehari-hari disana karena hampir semua penduduk desa itu menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan mereka sehari-hari. 
Satu kata yang terlintas di benak saya. Wow!

Melihat “kesuksesan” kakak saya dalam memperdalam bahasa Inggris, saya pun ikut “terpanggil” untuk datang ke sana dan merasakan langsung sensasi belajar bahasa Inggris disana.

Akhirnya pada liburan semester tahun lalu, saya memutuskan untuk mengisi liburan di Kampung Inggris Pare. Bersama tiga orang sahabat saya, saya berangkat ke sana dengan menumpangi kereta api Stasiun Senen, Jakarta menuju Stasiun Kediri. Setiba di Stasiun Kediri, sudah banyak orang yang menawarkan mobil sewaan (Biasa yang disebut omprengan/carteran) untuk tiba di Desa Tulungrejo, tempat dimana kampung Inggris terletak.
Sesampainya saya disana, suasana desa yang hijau nan asri menyambut saya. Banyak siswa siswi lalu lalang menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kursus. Suasanya yang benar-benar berbeda dari kota Jakarta yang selama ini saya tinggali. Saya lalu pergi ke sebuah rumah makan untuk mengisi perut. Saya langsung terkagum-kagum dengan percakapan-percakapan sehari-hari di desa itu.
“Hey, How’s life guys?”
“Everything’s running well. And how about you?”
“Fine.”
Itulah percakapan yang terjadi antara seorang gadis remaja dan teman- temannya di sebuah warung sederhana di Desa Tulungrejo, sekitar 20 Km dari Kota Kediri. Jangan heran jika di desa itu menemui anak-anak ber-cas-cis-cus dalam Bahasa Inggris. Entah itu di warung atau tempat nongkrong anak-anak muda. Mulai percakapan dengan topik serius, sampai banyolan, semua dilafalkan dalam bahasa Inggris.
BEC salah satu lembaga kursus yang terkemuka di Pare

Terdapat beberapa lembaga kursus yang terkenal di Pare seperti Mahesa, BEC, Kresna, Marvelous, Elfast, Daffodils dll. Harga yang ditawarkan juga relative murah. Rata-rata satu mata pelajaran (misalanya grammar) pada waktu itu hanya sekitar Rp. 75.000/ 2 minggu. Namun ada juga beberapa tempat kursus yang menyediakan paket kursus (misalnya pronunciation, grammar, speaking, dll dalam satu paket) dengan harga berkisar Rp. 400.000 – 500.000an tergantung lembaga kursusnya.

Selama 2 minggu disana, saya tinggal di “Camp” yang berbasis English area. Camp adalah istilah untuk tempat tinggal siswa selama mengikuti kursus di Kampung Inggris Pare. Camp biasanya seperti tempat kos kebanyakan, dengan fasilitas seperti tempat tidur/kasur, lemari, kamar mandi, dan fasilitas tambahan tergantung camp masing-masing. Biaya camp juga beragam. Camp yang saya tempati waktu itu biayanya sekitar Rp.75.000/2 minggu. 

Di area Camp yang berbasis English area, kita diwajibkan untuk menggunakan bahasa Inggris setiap saat. Jika kedapatan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah lainnya, kita akan diberi sanksi berupa denda atau sanksi lain sesuai peraturan yang berlaku di Camp tersebut. Program English area ini saya rasa sangat membantu saya dalam melatih dan memperlancar bahasa Inggris. Kaalu ada kata-kata yang tidak kita tahu, kita bisa menanyakanya pada mentor yang mengelola Camp tersebut. Juga ada program menghafalkan vocabulary, presentasi, dll setiap habis salat Subuh, dan habis salat Maghrib. Program tersebut tentunya diluar dari program kursus (program Camp tersendiri). Namun bagi Anda yang ingin tinggal tempat kos biasa (bukan English area) disana juga tersedia. 



Setelah 2 minggu disana, Alhamdulillah, saya merasakan kemampuan bahasa Inggris saya meningkat. Selama disana lidah kita dirubah menjadi lidah orang bule. Dalam artian, pengucapan bahasa Inggris kita benar-benar dilatih untuk menjadi seperti layaknya penutur asli. Tenaga pengajar juga sangat berpengalaman dan sangat mahir sehingga memudahkan kita untuk mempelajari bahasa Inggris thoroughly.


Kenyamanan, keasrian, dan kesederhanaan suasana di Kampung Inggris Pare benar-benar menjadi daya tarik dan kesan tersendiri dalam mempelajari bahasa Inggris. Berbeda dengan kesan formal selama belajar di kampus/sekolah. Kampung Inggris Pare benar-benar merupakan alternatif kursus bahasa Inggris yang efektif dengan budget yang minimalis. Disamping itu keramah-tamahan warganya membuat saya kerasan disana. Lain kali jika ada kesempatan, saya ingin sekali kembali tempat indah itu.

3 comments:

  1. Kampung Inggris Pare memang cocok untuk belajar Bahasa Inggris dan apabila kita jenuh, kita juga bisa refreshing di tempat-tempat wisata :)

    ReplyDelete
  2. ditunggu lagi kedatangannya di kampung inggris :)

    ReplyDelete

Thank you for reading. Please leave your comments here :)